jjjj

Sabtu, 29 Januari 2011

BUNGA ANGGREK



Katakan Cinta dengan Bunga Anggrek


Bunga anggrek kasut atau dalam nama Latin, Paphiopedilum victoria regina menjadi Juara Kontes Anggrek Jakarta Orchid Festival 2006 di Jakarta, Selasa (14/2). Anggrek spesies langka asal Sumatera Barat itu merebut gelar Best Spesies dan Best Show.
PADA Hari Valentine, bunga kerap menjadi simbol ungkapan kasih sayang. Pada hari kasih sayang itu, bunga mawar biasanya laris bukan kepalang. Jika ada nasihat berbunyi: katakan cinta dengan bunga, mestinya bunga tidak hanya diartikan mawar bukan?
Bunga anggrek seperti halnya mawar, juga mempunyai warna dan kelopak yang menarik. Tetapi mungkin orang telanjur mengenalnya dalam ukuran dan warna tertentu saja. Padahal spesies anggrek jumlahnya sangat banyak dan bervariasi. Indonesia adalah salah satu negara yang amat kaya bunga anggrek atau orchid ini.
Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Demikian pula yang terjadi pada bunga anggrek di mata masyarakat awam. Di atas kertas, Indonesia seharusnya menjadi pemeran utama dalam kancah anggrek dunia. Tetapi hingga kini, Indonesia hanya menjadi penonton saja. Ironisnya, Indonesia justru kalah dengan Thailand atau bahkan Singapura yang variasi spesies anggreknya ter- golong minim.
"Orang kita cenderung tidak mau tahu. Sayang sekali negara kita yang kaya justru belajar anggrek dari negara-negara lain. Lucunya kita malah sering mengimpor anggrek silangan dari negara-negara lain, padahal spesiesnya banyak di sini. Tetapi itu akibat banyak penggemar anggrek tidak terdorong berorganisasi, meskipun banyak manfaatnya," ujar Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Cabang Jakarta, Ennie Satoto di Jakarta, Selasa (14/2).
Anggrek Alam
Bicara soal anggrek, sebenarnya hutan-hutan di seluruh Indonesia merupakan penyumbang bahan baku anggrek spesies atau anggrek alam terbesar. Kekayaan spesies anggrek di Indonesia itu patut menjadi kebanggaan bangsa. Itulah sebabnya Perhimpunan Anggrek Indonesia menggelar Jakarta Orchid Festival 2006 di Taman Anggrek Indonesia Permai, Jl Taman Mini, Jakarta Timur pada 15 -28 Februari 2006.
"Indonesia sangat kaya anggrek spesies terutama dendrobium. Repotnya, anggrek-anggrek itu terancam punah akibat ulah penjarah hutan. Itulah sebabnya, kami memilih tema 'Selamatkan Anggrek Spesies Indonesia' untuk ajang Jakarta Orchid Festival," kata Ennie.
Menurut dia, banyak spesies anggrek di Indonesia yang sudah hampir punah atau bahkan sudah benar-benar punah. Tetapi hingga saat ini, tindakan nyata untuk mengatasi persoalan itu nyaris tidak ada. Penjarah leluasa mencuri anggrek-anggrek spesies yang ada di hutan-hutan tanpa dikenai sanksi. Yang makin memprihatinkan, ulah itu malah ditiru penduduk setempat.
"Menemukan anggrek spesies atau anggrek alam itu sangat sukar. Dari bentuk, warna dan ukuran saja tidak cukup. Rata- rata mereka punya bentuk daun yang mirip. Kita bisa membedakan anggrek spesies jika ada bunganya. Itu parameter yang pasti," tuturnya.
Seorang aktivis dari LSM Pecinta Anggrek Spesies Indonesia mengaku sangat khawatir dengan kecenderungan tersebut. Belakangan ini, banyak orang seperti berlomba-lomba menguras kekayaan anggrek di hutan-hutan Indonesia. Tanpa menggalang kekuatan, aksi penjarahan itu dipastikan akan terus berlangsung.
"Mereka mengambil langsung dari habitatnya, karena nilai jual yang sangat tinggi. Saat ini, jenis langka harganya mencapai Rp 2 juta per pohon. Bahkan ada spesies yang Rp 5 juta per pohon. Nilai itu sangat menggiurkan bagi pencuri," tambahnya.
Sehubungan hal itu, Direktur Program Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati)Dr Anida Haryatmo mengatakan kekayaan hati di Indonesia memang terancam punah. Untuk bunga anggrek, hutan-hutan di beberapa daerah sudah diketahui kristis.
Di hutan Kalimantan Timur, anggrek hitam atau Coeloegyne pandurata sudah mulai sukar ditemukan. Demikian pula, anggrek asal hutan Kalimantan Barat seperti paraphalaenopsis, anggrek kantong semar, anggrek belang, dan anggrek singkawang. Di Gunung Merapi, sebanyak 33 spesies dari 53 spesies diperkirakan hilang. Sementara di Papua, sebanyak 26 spesies sudah dinyatakan punah.
Menurut Anida, kepunahan anggrek alam disebabkan oleh kerusakan ekosistem dan eksploitasi hutan. Sementara ekspor anggrek ilegal masih terus berlangsung.
Kegiatan itu terjadi sekalipun ada larangan ekspor seluruh anggrek nonhibrida. Di sisi lain, impor anggrek hibrida dari luar negeri justru semakin gencar.
Kekhawatiran terhadap perdagangan anggrek ilegal juga diakui Kepala Departemen Organisasi Pendidikan & Latihan PAI Cabang Jakarta Frankie Handoyo. Motif penjarahan anggrek hutan Indonesia adalah murni ekonomi. Perdagangan ilegal tersebut untuk memasok kebutuhan di luar negeri. Mereka kerap melakukan perkawinan silang dengan anggrek spesies dari Indonesia.
"Modusnya macam-macam, ada yang lewat Batam lalu ke Singapura dan Malaysia. Ada yang lewat Kalimantan lalu masuk Malaysia. Masuk Singapura tergolong gampang, apalagi mereka bukan negara agraris yang peduli pelestarian hayati. Kalau misalnya harga satu pohon saja sekitar US$ 10, bayangkan jika seorang pedagang bisa memasok hingga dua sampai tiga ribu pohon," tuturnya.
Tingkatkan Sosialisasi
Kesadaran masyarakat memiliki kekayaan anggrek di Indonesia diakui memang masih lemah. Namun di sisi lain, banyak penggemar anggrek yang masih enggan berorganisasi. Hal itu diperburuk lagi oleh minimnya pakar-pakar anggrek di Indonesia. Bahkan untuk penamaan anggrek alam yang ditemukan di hutan Indonesia, prosesnya masih melibatkan asing.
"Sejak tahun 1900 sampai sekarang, belum pernah ada deskripsi anggrek yang dilakukan oleh orang Indonesia sendiri. Padahal, kalau hanya soal bahasa Latin mestinya mudah, tapi kelihatannya kok malah sulit. Padahal kalau di luar negeri, orang berlomba-lomba menamakan anggrek spesies," papar Frankie.
Banyak penggemar anggrek yang masih sukar menemukan ahli yang dapat menamakan anggrek spesies atau memberikan deskripsi teknis. Jika di kalangan ahli botani saja, sumber daya manusianya masih minim, apalagi wawasan masyarakat umum. Tak heran, kekayaan spesies dan keindahan anggrek belum menarik perhatian masyarakat.
Barangkali pantas dicoba ide Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dalam diskusi panel. Indonesia perlu sosok atau profil tertentu sebagai "Duta Anggrek". Sang duta yang mestinya juga cantik nan molek itu akan melulu bicara anggrek kapan pun dan di mana pun. Hingga suatu hari kelak orang akan bicara, "Katakan Cinta dengan Anggrek!"
Sumber Artikel : Suara Pembaruan 15/02/2006

Bunga Anggrek


U M U M
Anggrek atau Orchidaceae termasuk dalam keluarga tanaman bunga-bungaan. Anggrek terdapat pada hutan yang gelap, di lereng yang terbuka, pada batu karang yang terjal, pada batu-batuan didaerah pantai dengan garis pasang surut tinggi. Bahkan di tepi gurun pasir pun anggrek dapat ditemukan. Tumbuh dari kutub utara sampai daerah katulistiwa dan selatan pada semua benua kecuali Antartika.
Anggrek yang banyak digemari adalah anggrek epifit dari daerah tropis.
Anggrek mempunyai lebih banyak jenis (species) nya daripada keluarga tanaman bunga-bungaan lainnya. Para ahli tumbuh-tumbuhan berkeyakinan anggrek mempunyai lebih dari 25.000 species yang tersebar di seluruh dunia. Tetapi karena kerusakan hutan kita kehilangan species yang belum dikenali dan tidak tahu dengan pasti berapa jumlahnya.
Indonesia terkenal di seluruh dunia dengan kekayaan anggreknya yang mempunyai lebih dari 4000 species anggrek yang tersebar di hampir semua pulau. Kalimantan, Papua, Sumatera, Jawa termasuk pulau-pulau yang terkenal didunia karena kekayaan anggreknya.
Genus yang banyak tumbuh meliputi : Vanda, Phalaenopsis, Paphiopedilum, Dendrobium, Coelogyne, Cymbidium, Bulbophyllum dll.
Anggrek yang terkenal dari Indonesia adalah "anggrek bulan" (Phalaenopsis amabilis) yang diangkat sebagai "Bunga Nasional" dan dijuluki "puspa pesona", dan "anggrek kantung" (Paphiopedilum javanicum).

KARAKTERISTIK
Perbedaan tanaman anggrek dengan tanaman bunga-bungan lainnya adalah pada bentuk bunganya.
Pada bunga anggrek umumnya :
  • mempunyai tiga sepal (daun kelopak bunga). Salah satunya yang terletak pada bagian belakang (punggung) yang menghadap keatas dinamakan sepal dorsal.
  • mempunyai tiga petal (daun mahkota bunga) yang letaknya selang seling dengan daun kelopak bunga. Salah satu dari petal yang terletak dibawah berbentuk seperti lidah yang disebut labellum (bibir bunga), membuat bunga simetris antara kiri dan kanan.
  • putik dan benang sari (bagian jantan dan betina) yang bergabung bersama pada bagian yang disebut column.
  • tepung sari yang biasanya berkumpul bersama pada bagian yang disebut pollinia.
  • buahnya mempunyai biji yang sangat kecil dan banyak.
  • tangkai bunga dapat berkelak-kelok saat pertumbuhannya, tergantung arah sumber cahaya.


JENIS ANGGREK
Berdasarkan pertumbuhannya secara umum anggrek dibagi menjadi 2 jenis :
  • Anggrek Simpodial :
    Biasanya pola tumbuhnya horizontal seperti tumbuhan merambat. Batang tumbuhnya disebut rhizome. Rhizome terbaring horizontal pada permukaan tanah dan akar-akarnya tumbuh pada sekitar panjang rhizome dengan arah menurun dan membuat batang vertikal keatas yang disebut umbi semu (pseudobulb). Ada yang pseudobulb nya memanjang keatas seperti batang (cane), dan ada pula yang pendek dan bulat atau pipih.
    Salah satu fungsi dari pseudobulb adalah sebagai tempat penyimpanan air dan sari makanan. Pseudobulb yang berkerut adalah tanda tanaman tersebut mengalami masalah dalam penyerapan air.
    Setiap pseudobulb mempunyai satu sampai beberapa daun.
    Tunas baru muncul dari dasar pseudobulb yang sudah tua dan tempat titik tumbuhnya disebut "eye" (mata).
    Pada jenis pseudobulb yang pendek dan bulat, ada yang dibungkus oleh pelepah daun (sheath) dimana dari dasar pseudobulb tersebut bunga akan muncul, contoh : coelogyne, Oncidium.
    Pada pseudobulb yang berbentuk batang (cane), tangkai bunga akan muncul dari ujung batangnya, contoh: dendrobium.
  • Anggrek Monopodial :
    Anggrek yang tumbuh keatas dari satu batang (stem). Daunnya akan bertambah terus dari ujung batang selama hidupnya. Jenis ini tidak mempunyai rhizome dan pseudobulb, dan biasanya tumbuh akar udara (aerial root) dari sepanjang batangnya.
    Tangkai bunga (spike/inflorescence) tumbuh dari sisi batang dan dimulai dari sebelah bawah (bukan dari ujungnya), berbeda dengan sympodial (dendrobium) dimana tangkai bunga tumbuh dari ujung batang.
    Jika ujung batangnya rusak karena busuk (contoh: jenis phalaenopsis) atau dipotong/distek (contoh: jenis vanda), maka akan muncul batang baru dari sisi batang lama dan daun akan tumbuh dari batang baru tersebut.

Berdasarkan tempat tumbuhnya, anggrek dibagi menjadi beberapa jenis :
  • Epiphyte:
    Angrek yang tumbuh menumpang pada batang tanaman lainnya tetapi tidak parasit (tidak mengambil sari makanan dari tanaman tersebut). Dengan demikian anggrek akan memperoleh posisi yang lebih baik untuk mendapatkan cahaya yang lebih. Akarnya melekat pada dahan pohon dan mendapatkan air hanya dari hujan dan kabut.
  • Lithophyte:
    Anggrek yang tumbuh pada batu-batuan. Mereka menggunakan batu sebagai pegangannya.
  • Saprophyte:
    Anggrek yang tumbuh pada humus dan daun-daun kering.
  • Terrestrial:
    Anggrek yang tumbuh pada padang rumput, tanah humus dihutan.

Berdasarkan kisaran suhu udara yang sesuai, anggrek dibagi dalam 3 jenis :
  • Anggrek suhu dingin (gunung, ketinggian 2000-4000m) : tumbuh baik pada suhu 15-21°C pada siang hari dan 10-13°C pada malam hari.
    Contoh : Cymbidium, Masdevallia, Miltonia, Odontoglossum, Oncidium, Paphiopedilum
  • Anggrek suhu sedang (dataran tinggi, 750-2000m) : tumbuh baik pada suhu 21-32°C pada siang hari dan 13-18°C pada malam hari.
    Contoh : Brassavola, Cattleya, Dendrobium, Epidendrum, Laelia, Paphiopedilum (molted leaves)
  • Anggrek suhu panas (dataran rendah, 0-750m) : tumbuh baik pada suhu 26-35°C pada siang hari dan 18-24°C pada malam hari.
    Contoh : Phalaenopsis, Vanda, beberapa jenis Dendrobium.

NAMA ANGGREK
Seperti keluarga tanaman lainnya, secara umum anggrek dibagi dalam kelompok besar yang disebut genus (genera) dan dibagi lagi menjadi sub-genus yang mengelompokkan anggota genus tsb (species) yang mempunyai karakteristik sama. Dari sebuah species mungkin ada yang mempunyai beberapa varietas, misal : dendrobium anosmum var. superbum, dendrobium anosmum var. huttonii, dll.
Seperti lazimnya semua tanaman, anggrek pun mempunyai nama. Baik itu nama berdasarkan ilmu pengetahuan yang menggunakan nama latin maupun nama yang diberikan oleh penduduk dimana anggrek tsb tumbuh (nama lokal/populernya).
Untuk keseragaman secara ilmiah, nama tanaman menggunakan sistim penamaan binomial (nama ganda). Sehingga setiap anggrek mempunyai nama awal (first name) dan nama akhir (last name) seperti nama kebanyakan orang.
Kata pertama menunjukkan genusnya (atau intergenerik jika anggrek tsb hasil persilangan antar genus).
Kata kedua adalah nama speciesnya (atau nama yang diberikan oleh penyilangnya untuk anggrek silangan).
Agar nama anggrek hasil silangan dapat diakui oleh seluruh dunia, maka anggrek tersebut harus didaftarkan pada the International Orchid Registrar yang saat ini dikelola oleh The Royal Horticultural Society.
Keterangan : Persilangan intergenerik adalah persilangan antar genus dalam satu keluarga, misalnya :



  • Doritis dengan Phalaenopsis.





  • Brassavola dengan Cattleya dan Laelia.





  • Brassia dengan Miltonia dan Oncidium, dll. Untuk keseragaman dalam cara penulisannya maka huruf pertama dari kata pertama (nama genus) pada anggrek species menggunakan huruf besar dan kata keduanya (nama speciesnya) menggunakan huruf kecil semua. Pada anggrek species semua kata ditulis dengan huruf miring (italic).
    Untuk anggrek hibrida (silangan), huruf pertama dari kata pertama (nama genus atau intergenerik) menggunakan huruf besar dan huruf pertama dari kata keduanya juga menggunakan huruf besar. Untuk anggrek hibrida kata pertama ditulis dengan huruf miring(italic), sedang kata kedua dan seterusnya dengan huruf tegak (normal).

    Contoh nama anggrek species :
    • Coelogyne pandurata (nama lokalnya : anggrek hitam).
    • Dendrobium crumenatum (anggrek merpati).
    • Dendrobium secundum (anggrek sikat).
    • Grammatophylum speciosa (anggrek tebu).
    • Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan).
    • Paphiopedilum javanicum.
    Contoh nama anggrek hibrida :
    • Brassavola Little Stars.
    • Dendrobium Blue Sky.
    • Blc. Alma Kee (Brassolaeliocattleya : Brassavola, Laelia dan Cattleya).
    • Epc. Middleburg (Epicattleya : Epidendrum dan Cattleya).
    Agar penulisannya menjadi lebih singkat, kadang-kadang nama genus atau nama intergeneriknya disingkat.
    Dibawah ini ada beberapa singkatan nama genus dan intergenerik yang biasa digunakan.


    Arach. : Arachnis
    Aranda : Aranda (Intergenerik : Arachnis x Vanda)
    Arnth. : Aranthera (Arachnis x Renanthera)
    Ascda. : Ascocenda (Ascocentrum x Vanda)
    B. : Brassavola
    Colm. : Colmanara (Miltonia x Odontoglossum x Oncidium)
    Ctna. : Cattleytonia (Broughtonia x Cattleya)
    Bc. : Brassocattleya (Brassavola x Cattleya)
    Bl. : Brassolaelia (Brassavola x Laelia)
    Blc. : Brassolaeliocattleya (Brassavola x Laelia x Cattleya)
    Bulb. : Bulbophyllum
    C. atau Catt. : Cattleya
    Cym. : Cymbidium
    D. atau Den. : Dendrobium
    Dor. : Doritis
    Dtps. : Doritaenopsis (Doritis x Phalaenopsis)
    Epc. atau Epic. : Epicattleya (Epidendrum x Cattleya)
    Gram. : Grammatophyllum
    Hwra. : Howeara (Leochilus x Oncidium x Rodriguezia)
    Kgw. : Kagawara (Ascocentrum x Renanthera x Vanda)
    L. : Laelia
    Lc. : Laeliocattleya (Laelia x Cattleya)
    Milt. : Miltonia
    Mttsa. : Miltassia (Miltonia x Brassia)
    Mkra. : Mokara (Arachnis x Ascocentrum x Vanda)
    O. atau Onc. : Oncidium
    Paph. : Paphiopedilum
    Phal. : Phalaenopsis
    Pot. : Potinara (Brassavola x Cattleya x Laelia x Sophronitis)
    Ren. : Renanthera
    Soph. : Sophronitis
    Sl. : Sophrolaelia (Sophronitis x Laelia)
    Slc. : Sophrolaeliocattleya (Sophronitis x Laelia x Cattleya)
    Spa. : Spathoglottis
    V. : Vanda
    Vdnps. : Vandaenopsis (Vanda x Phalaenopsis)
    Vdps. : Vandopsis
    Z. : Zygopetalum

    PEMBIAKAN ANGGREK

    Anggrek dapat diperbanyak dengan cara :
    • Pembiakan generatif :
      Perbanyakan dengan biji buah yang telah masak.
      Masa masak buah anggrek sangat tergantung dari jenis anggreknya, dan iklim juga mempengaruhi kematangan buahnya.
      Pembiakan generatif ini memerlukan perlakuan yang khusus diantaranya biji harus steril dari hama dan penyakit.
    • Pembiakan vegetatif :
      Pembiakan dengan mengambil bagian tanaman induknya seperti :
      • Stek untuk jenis monopodial.
      • Memecah rumpun untuk jenis simpodial.
      • Keiki, yaitu anak tanaman yang tumbuh dari batang atas (dendrobium), atau tangkai bunga (phalaenopsis).
      • Kultur jaringan, yaitu mengambil sebagian jaringan tanaman untuk diperbanyak dengan melalui proses di laboratorium. Dengan cara ini bisa dihasilkan tanaman bebas virus meskipun tanaman induknya terjangkit.


  • Bertanam Bunga Anggrek


    Alam raya negeri kita memang kaya. Salah satu di antaranya adalah koleksi tanaman hias berbunga warna-warni yang sangat indah. Contohnya bunga melati, raflesia, dan anggrek. Kali ini kita ingin melirik anggrek. Menurut catatan, di seluruh dunia terdapat sejumlah 30.000 lebih spesies anggrek. Jumlah sebanyak itu mencakup 660 genera, dengan 75.000 hibrida yang terdaftar. Bayangkan, betapa kayanya dunia kita ini.
    Bagaimana dengan Indonesia? Menurut catatan, potensi plasma nutfah anggrek di bumi Nusantara sekitar 5 ribu jenis, dan tidak sampai 10 persen yang dibudidayakan secara komersial. Itu berarti, peluang bisnis anggrek amat terbuka. Yang dibutuhkan adalah pengetahuan tentang anggrek yang unggul.
    Nah, untuk menilai seberapa jauh keunggulan anggrek, ada standar penilaian sebagai berikut:
    1. Bentuk Bunga yang meliputi tiga unsur, yakni:
    - Kebulatan bunga. Bunga bulat yang ideal ialah bunga yang jika ujung-ujungnya (sepal, petal, dan labellum) dihubungkan merupakan lingkaran, dengan titik pusat pada tiang.
    - Kepenuhan bunga. Seberapa jauh ruang lingkaran yang menghubungkan ujung sepal, petal, dan labellum dipenuhi seoptimal mungkin?
    - Kedataran bunga. Seberapa jauh kondisi sepal, petal, dan labellum dapat diletakkan dalam bidang datar?
    2. Warna Bunga memperhatikan tiga unsur, yakni:
    - Warna umum bunga. Warna idealnya adalah jelas, cerah, kuat, dan keseluruhannya menampakkan keselarasan dan keindahan. Namun, juga perlu diperhatikan warna-warna spesial atau langka yang tentu mendapatkan nilai tinggi.
    - Warna sepal, petal. Kriterianya hampir sama dengan penilaian warna umum bunga, tapi tidak dipandang secara keseluruhan, melainkan khusus cuma sepal dan petalnya.
    - Warna labellum. Seberapa jauh warna labellum lebih menonjol ketimbang warna sepal dan petal?
    3. Karakteristik bunga anggrek yang meliputi enam unsur, yakni:
    - Ukuran bunga. Yang dimaksud ukuran bunga adalah dimensi bunga dalam kaitannya dengan ukuran bunga normal.
    - Tebal bunga. Ketebalan bunga dapat diraba dengan ibu jari dan jari telunjuk.
    - Kehalusan bunga. Yang dimaksud kehalusan bunga adalah penampilannya yang terdapat pada permukaan bunga. Entah itu mampu memantulkan sinar (Bahasa Jawa: kemerlip), ada kristal-kristalnya, ada semacam lilin, ataupun adat beludrunya.
    - Banyak bunga dalam tangkai. Seberapa jauh jumlah bunga dalam satu tangkai, atau jumlah dalam satu tanaman?
    - Tangkai bunga. Penilaiannya bergantung pada tangkai yang kokoh, tumbuh tegak dan lurus ke atas, cukup panjang, selaras dengan bunganya, dan memposisikan bunga di tempat yang mudah dan indah dilihat.
    TIGA KUNCI SUKSES
    Kehadiran anggrek ternyata mampu mendorong para pehobi, bahkan ibu-ibu rumah tangga, untuk berbondong-bondong mencoba mengembangkan anggrek. Selain untuk menikmati indahnya bunga-bunga anggrek, juga dicoba dijadikan peluang usaha. Secara teknis, usaha penanaman anggrek tak membutuhkan investasi besar, cukup ala kadarnya. Dari segi waktu, masih bisa dikerjakan secara sambilan. Dari pengalaman di lapangan, sekurang-kurangnya ada tiga kunci sukses mengusahakan anggrek sebagai berikut:
    1. Melakukan pembesaran bibit
    Umumnya, ibu-ibu melakukan pembesaran bibit anggrek, lalu ditanam dalam pot atau terkadang papan pakis. Coba tengok aneka anggrek dalam pot yang dipasarkan di pinggir-pinggir jalan kota, di warung tanaman hias, atau justru di halaman rumah. Harganya cukup terjangkau. Misalnya: anggrek bulan dalam pot senilai Rp 15 ribu sampai Rp 20 per pot.
    2. Mengatur pembungaan
    Tujuannya agar kita selalu memiliki tanaman anggrek yang berbunga. Pasalnya, para pembeli biasanya lebih tertarik pada anggrek dalam pot yang sedang berbunga.
    3. Mencegah penyakit
    Waspada terhadap amukan penyakit busuk daun dan antraknosa. Kalau bisa, lakukan pencegahan semampunya.
    DALAM POT
    Penanaman anggrek dalam pot untuk skala kecil biasanya dilakukan di sekitar rumah, entah di beranda, koridor, ataupun di bawah pohon peneduh sekitar rumah. Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut:
    1. Penyiapan pot
    Sediakan pot tanah berukuran berdiameter sekitar 20-30 cm, sekaligus media tanam berupa arang atau pecahan bata merah dan sabut kelapa atau cincangan pakis. Sebaiknya cuci bersih sabut kelapa atau cincangan pakis dan rendam dalam larutan pupuk.
    2. Pengisian pot
    Masukkan selapis arang atau pecahan bata merah pada dasar pot. Lantas, isikan media tanamnya hingga cukup penuh.
    3. Menanam bibit
    Ambil bibit anggrek yang berasal dari "pot kemunitas" (pot komunitas adalah pot yang telah ditanami satu bibit yang berumur 9-12 bulan dan berdaun 2-5 helai, lalu dibiarkan hidup sampai 6 bulan). Cara pengambilan harus ekstra hati-hati, jangan sampai akar-akarnya patah atau putus! Selanjutnya, tanam bibit di tengah-tengah pot, lalu timbun dengan media tipis. Tempatkan pada lokasi yang sirkulasi udaranya baik, tidak langsung tersengat sinar matahari.
    Di samping ditanam dalam pot, juga bisa ditanam pada papan pakis. Pertama-tama, sediakan papan pakis berukuran panjang 20-30 cm, lebar 15-20 cm, dan ketebalan 2-3 cm. Ambil bibit anggrek dari pot komunitas dan tempelkan tepat di tengah-tengah papan pakis. Setelah itu, ambil kawat berbentuk huruf "U" yang dijepitkan pada batang pohon.MENGATUR BUNGA SEPANJANG TAHUN
    Secara prinsip, tanaman anggrek dapat dijadwal pembungaannya. Ini berarti, sepanjang tahun kita punya persediaan tanaman anggrek yang sedang berbunga. Pengaturan pembungaan ini dapat dilakukan sendiri, kok. Bagaimana caranya?
    - Beli hormon tumbuh Keiki Fix di kios-kios pertanian atau warung tanaman hias. Hormon ini mengandung kinentin dan benzil adenin. Dikemas dalam botol injeksi berukuran 5 cc, bentuknya mirip salep. Warnanya kuning kecokelatan.
    - Seleksi tanaman anggrek yang memiliki tangkai bunga. Lalu, gunakan pisau tajam untuk membuka seludang (tudung) penutup ruas tangkai bunga bagian atas, tapi sisakan titik bakal tunasnya.
    - Cari usuk gigi dan tusukan pada hormon. Nah, hormon yang melekat pada tusuk gigi tersebut dioleskan pada titik bakal tunas. Pengolesan harus rata dan tertutup semua.
    - Tanaman yang telah diberi hormon sebaiknya diletakkan di tempat yang terang. Biasanya, seminggu kemudian, kuncup bunga sudah tampak tumbuh sepanjang 1 cm, dan akhirnya tinggal menunggu kapan kuntum bunga anggrek.
    AWAS AMUKAN BUSUK DAUN ANTRAKNOSA!
    Tak sedikit pembaca NOVA bertanya, bagaimana memberantas busuk daun pada anggrek? Memang, amukan busukan daun sangat cepat, ganas, menular, dan mematikan. Ada dua penyebabnya, yakni bakteri Erwinia carotovora dan cendawan Phytophtora omnivora.
    Jika yang menyerang adalah bakteri, gejalanya daun menjadi lunak, basah, berbau, dan akhirnya warnanya menjadi hitam. Semprot saja dengan bakterisida Agrimycin. Namun, jika yang menyerang cendawan, maka tampak pangkal daun berwarna kehitam-hitaman, lalu jaringan daun melunak, dan membusuk. Akhirnya daun terkulai. Untuk ini, gunakan fungisida Benlate, atau Dithane.
    Penyakit busuk daun ini muncul pada musim penghujan. Atau bisa juga di musim kemarau, tapi kita terlalu berlebih melakukan penyiraman sehingga airnya menggenang di sekitar tanaman anggrek. Kondisi lembap demikian itu justru memungkinkan tumbuhnya cendawan maupun bakteri. Kedua, jika melakukan pengendalian dengan cara memotong daun yang terserang, maka daun yang terpotong itu segera dibuang dan dibakar, sedangkan bekas potongan sebaiknya diolesi bakterisida atau gungisida.
    Selain amukan penyakit busuk daun, kita juga harus waspada terhadap serangan antraknosa. Penyebabnya adalah cendawan Colletotrichum gloeosporioides. Bagian yang paling terserang adalah daunnya. Semula tampak bercak-bercak bulat, warnanya kuning atau hijau muda, namun lambat laun bercak-bercak itu berubah menjadi cokelat berbintik-bintik hitam, selanjutnya bisa bikin tanaman mati.
    Mengingat penyebab antraknosa adalah cendawan, maka tindakan pencegahannya adalah melakukan perawatan yang sebaik-baiknya, termasuk menjaga kondisi lingkungan agar jangan terlalu lembap. Tapi, kalau toh sudah telanjur terserang namun masih dini, maka secepatnya bagian daun yang terserang dipotong. Lain soal jika antraknosa sudah menghebat, semprot dengan fungisida seperti Kocide 77 WP atau Cupravit OB21. Dosis dan aturan lainnya dapat dibaca pada label kemasan fungisida.

    Anggrek Bulan


    Sebagai salah satu jenis anggrek Indonesia, anggrek bulan telah memikat hati para penggemar anggrek. Kepopulerannya bahkanmerambah pada kalangan pemula hingga awam sekali pun. Wajar saja, anggrek yang punya nama Latin Phalaenopsis amabilis ini punya sejuta pesona yang mengundang decak kagum. Lihatlah keindahan itu pada sosok bunganya yang putih bersih. Mau tak mau, bunga ini pun menyentuh tataran seni dan estetika para seniman, hingga menjadi inspirasi sebuah lagu, relief candi, motif batik, sampai kreasi motif gagang keris.

    Anggrek bulan bukan saja punya warna bunga yang putih bersih, tetapi juga memiliki untaian yang tersusun sempurna dan proporsional. Plus warna bibir bunga kuning menyala. Dari segi ukuran, anggrek ini tergolong di atas rata-rata. Berkat semua keunggulan dan kecantikan tadi, tak mengherankan jika pemerintah Indonesia menobatkan anggrek bulan sebagai ”Puspa Pesona”.
    Tampaknya, beberapa alasan yang sama membuat hati Lily Turangan tergelitik menekuni hobi koleksi anggrek bulan ini. Ibu berusia 57 tahun ini memang gemar berurusan dengan dunia flora. ”Sejak tahun tujuh puluhan, saya memang senang mengoleksi anggrek. Bukan cuma merawatnya saja, tapi saya juga mengembangbiakkan anggrek-anggrek itu,” ujarnya sembari tersenyum.
    Pemilik kebun wisata Pasirmukti itu melanjutkan cerita, ”Saya jatuh cinta dengan dunia tumbuhan, khususnya anggrek karena latar belakang saya sebagai lulusan pertanian. Kalau sudah mengurusi anggrek-anggrek itu saya bisa jadi lupa waktu.” Tentu didukung background pertanian tadi, Lily pun memutuskan untuk ”terjun bebas” dalam dunia anggrek. ”Apalagi, waktu itu anak-anak saya sudah menjelang dewasa. Jadi sebagian besar waktu bisa saya curahkan di sini (menunjuk kebun anggrek miliknya).”
    Sebagai langkah awal, ia coba mengembangkan anggrek dari jenis Dendrobium. Lama-kelamaan, wanita ramah ini mulai tertarik untuk menanam beberapa anggrek bulan. Akhirnya, koleksi Lily terus bertambah. ”Dulu, saya pikir untuk merawat anggrek bulan itu sulit. Tetapi (setelah dilakoni) ternyata untuk merawatnya sama saja seperti Dendrobium. Kuncinya, asalkan anggrek ini cocok untuk hidup di tempat itu,” ucap ibu yang masih tetap lincah dan berenergi itu.
    Hal yang sama juga dialami Fanny Abdullah, 45 tahun. Ibu tiga anak ini mengaku jatuh cinta pada anggrek bulan, karena tanaman ini tergolong istimewa. ”Bunga anggrek ini punya kelopak yang besar. Satu tangkainya bisa diisi 20 kuntum bunga sekaligus,” ucap pehobi anggrek yang juga pemilik kios anggrek di kawasan Senayan ini. Yang pasti anggrek bulan bisa berbunga sepanjang tahun. ”Dia kan tak kenal musim untuk berbunga,” katanya.

    Sabar dan Telaten
    Walau punya cara perawatan yang tak berbeda dengan jenis anggrek lainnya, untuk membuat anggrek bulan terlihat cantik tetap saja butuh kesabaran dan ketelatenan. Plus mengetahui karakter tanaman yang kita koleksi. ”Paling tidak kita tahulah frekuensi penyiraman, pemupukan dan penggantian media tanam yang tepat. Serta jangan lupa untuk merawatnya dari serangan hama penyakit,” ujar Hadi Iswanto, ahli anggrek dari Forum Kerjasama Agribisnis, sebuah lembaga manajemen agribisnis. Fanny pun mengaku tak masalah dengan perawatan anggrek ini. ”Yang penting jaga saja dia dari kelembaban yang berlebihan.” (baca : Cermat Merawat, Anggrek Bulan Tumbuh Sehat).
    Lily tak menyangkal hal itu. Katanya, bila merawat anggrek bulan dengan asal-asalan, jangan harap akan tumbuh sehat. Kalau sudah begini, anggrek itu pun takkan mengeluarkan bunga yang cantik. Dan frekuensi berbunga pun menurun drastis. Tak lagi berbunga sepanjang tahun.
    Padahal ukuran kepuasan dalam hobi anggrek ini terletak pada kemampuan anggrek mengeluarkan bunga dengan kontinyu. Siapa yang tak senang bila sudah merawat sejak kecil hingga bisa menelurkan hasil seperti itu. ”Ya, kalau sudah bisa berbunga, rasanya semua jerih payah kita terbayar. Wah, pokoknya sebuah kepuasan batin yang tak ternilai harganya,” kata Lily dengan gaya seperti orang bersyukur kepada Tuhan. Lantas, ia juga mengingatkan, bunga yang dihasilkan tadi, bukan sembarang bunga. Bunga yang nongol itu punya warna cerah dan tumbuh sehat. Urusan kualitas bunga itu bisa jadi tolok ukur, mana pehobi yang menanam secara asal-asalan dengan kolektor serius.
    Dari situ, rasa puas tak mandek begitu saja. Akan lahir pula rasa penasaran. ”Maksudnya begini, saya kan sudah punya anggrek yang berwarna ini, kenapa saya tak silangkan dengan anggrek bulan untuk mendapat keturunan baru. Tentu akan dihasilkan warna dan jenis lain kan. Kalau warna sudah banyak, biasanya saya mencari bentuk bunga yang lain dan unik,” papar Lily panjang lebar. Dengan begitu, ia pun memasuki wilayah kawin-mawin antarberagam jenis anggrek. Jadi tak terbatas anggrek bulan saja. Akhirnya, Lily mencari pehobi lain yang punya koleksi anggrek. Lalu terjadilah aksi barter. ”Banyak orang yang memelihara anggrek, tapi sayangnya tak semua orang tulus dan mau terbuka dalam memberi informasi,” keluhnya dengan nada serius.

    Sering Salah
    Awam acap kali salah mengartikan Phalaenopsis sebagai anggrek bulan. Padahal, anggrek bulan hanyalah salah satu spesies dari genus Phalaenopsis. Dalam genus ini terdapat 40 sampai 60 spesies. Jumlah varietasnya sekitar 140 jenis, enam puluh di antaranya ada di negara kita.
    Nama Phalaenopsis berasal dari bahasa Yunani, yaitu phalaenos dan opsis. Phalaenos itu berarti ngengat atau kupu-kupu. Sedang opsis artinya bentuk atau penampakan. Pada tahun 1825, Blume – seorang ahli botani asal Belanda, menamakan genus anggrek ini dengan Phalaenopsis. Nama itu muncul karena saat pertama kalinya berjumpa di dalam hutan, ia mengira telah melihat sekawanan kupu-kupu putih yang tengah hinggap pada sebatang ranting.
    Phalaenopsis amabilis (L.) Blume itu dianggap punya peran penting dalam genus Phalaenopsis. Sebagai induk, Phalaenopsis mampu ”menelurkan” pelbagai keturunan atau hibrida. Selain itu, anggrek jenis ini mampu berbunga sepanjang tahun. Rata-rata masa berbunganya selama satu bulan.
    Di Indonesia, Phalaenopsis amabilis pertama kali dijumpai di Ambon, Maluku oleh GE Rumphius pada 1750. Lalu anggrek temuannya itu diberi nama Angraecum album-majus. Kita sendiri mengenal beberapa nama untuk jenis ini, seperti anggrek menur (Jawa Barat), anggrek terbang (Maluku) dan anggrek wulan (Bali). Tapi nama paling populer adalah anggrek bulan.
    Anggrek bulan hidup dalam hutan hujan tropis yang teduh dan lembab. Wilayah penyebarannya cukup luas. Dari Sumatera Barat ke arah selatan, seluruh Jawa, Kalimantan termasuk Serawak, Brunei Darussalam dan Sabah. Di Filipina, anggrek mirip kupu-kupu ini ditemukan di Kepulauan Mindanao bagian selatan. Ke arah timur anggrek yang satu ini bisa dijumpai di Bali, sebuah Kepulauan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua, termasuk Papua Nugini.
    Dengan kawasan sebaran sangat luas yang diikuti dengan variasi angroklimat berbeda-beda, variasi bentuk dan ukuran bunga anggrek berjuluk butterfly orchid ini sangat beragam. Namun perbedaan bentuk dan ukuran kuntum bunga belum tentu merupakan ciri dari sebuah varietas tersendiri.
    Kata Lily, untuk membedakan anggrek bulan dengan jenis lainnya, cara paling gampang melihat ciri fisik tanaman. Coba saja amati bentuk akar, batang, daun dan bunga. Dari situlah kita bisa mengidentifikasi perbedaan karakteristik anggrek ini. Bahkan sebagian penamaan genus anggrek merujuk pada bentuk bunganya.
    Secara umum, susunan bunga anggrek bulan tak jauh beda dengan anggrek jenis lain. Bunga itu tersusun menurut pola baku. Sebuah sepala atau kelopak bunga dan tiga buah petala atau tajuk bunga. Ukuran kelopak bunga anggrek bulan rata-rata lebih kecil atau hampir sama dengan tajuk bunganya. Bibir bunga punya tiga penutup, yaitu penutup samping, sejajar dengan tiang bunga dan penutup tengah yang terkadang berbulu halus.
    Menurut Hadi, daun anggrek bulan memiliki warna hijau dengan tekstur tebal dan berdaging. Ini berfungsi sebagai penyimpan air dan cadangan makanan. Lebar daun rata-rata 5 – 10 cm. Pertumbuhan batang anggrek bulan bersifat monopodial. ”Artinya, meninggi atau vertikal pada satu titik tumbuh dan terdiri dari hanya satu batang utama. Bunga keluar dari sisi batang di antara kedua ketiak daunnya,” ujar lelaki yang sempat bekerja paruh waktu di Perhimpunan Anggrek Indonesia itu.
    Di habitat aslinya, kata Hadi, anggrek bulan hidup epifit. Akarnya menempel pada batang atau dahan tanaman lain. Biasanya akar yang menempel itu mengikuti permukaan batang tempatnya menempel. Akarnya nyaris tak berambut. Di sini, terdapat jaringan velamen. Fungsinya memudahkan akar menyerap air hujan yang jatuh pada kulit pohon inang. Jaringan ini juga bertugas sebagai alat pernapasan anggre

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar